Team Dowa


Inilah team pendiri tas DOWA Jogja yang kini mendunia

 

Foto ini diambil di sebuah kebun bambu yang rindang, bersama keluarga pendiri Tas Dowa. Keluarga adalah unsur terpenting dalam mendorong kesuksesan dowa hingga saat ini. Dengan keluarga Dowa membangun sebuah Brand Tas Rajut yang kini telah mendunia.

 

Nama Dowa sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘doa’. Nama itu pun akhirnya sukses mengantarkan pemiliknya menembus pasar global, bahkan disukai konsumen luar negeri. Di Amerika, hasil karya pengrajin tas Dowa dipatenkan dengan merek “The Sak”, sementara di Eropa tas rajut ini tenar dengan merek “The Read’s”. Soal kualitas, rajutan merupakan warisan nenek moyang yang memiliki nilai artistik tinggi. Tak heran jika tas dengan merek dagang The Sak dan The Read’s berhasil melanglang buana. Sementara tas dengan merek dagang Dowa lebih dikenal di pasar lokal.

 

Dengan kreativitas yang tinggi seorang anak bangsa mampu membawa nama harum produk dalam negeri ke seluruh dunia. Delia Murwihartini, pemilik usaha tas rajut Dowa telah berhasil membangun dan mengembangkan usaha tas rajut dan dapat menembus pasar mancanegara. Ya, dari Jogja sampai ke Amerika!

 

Bagi Dowa tidak ada yang tidak mungkin, kreativitas anak bangsa bisa dijadikan modal utama bagi daya saing produk yang unggul. Keluesan budaya Jogja juga merupakan value unggul lainnya yang akan terus ditampilkan ke dalam produk – produk Tas Dowa selanjutnya.

 

Dowa adalah persembahan cinta kami untuk indonesia. Dan Dengan Dowa kami berharap dapat menyebarkan cinta dalam karya tas yang sederhan, unik dan elegan.

pendiri tas dowa jogja

pendiri tas DOWA Jogja

pendiri tas DOWA Jogja

 

pendiri tas DOWA Jogja

pendiri tas DOWA Jogja