Tas Dowa Jogja Menembus Pasar Internasional


tas dowa jogja

Cantik dan elegan, inilah Dowa tas rajut dari Indonesia yang menembus pasar mode dunia. Ciri khas anggun tas buatan asli Yogyakarta ini halusnya tak dapat ditiru.

 

Sejak tahun 1990, Dowa sudah memasok tas rajut ke sejumlah merk asal negeri Paman Sam juga ke benua biru Eropa seperti Italia dan Spanyol. Baru pada 2008 Dowa tampil dengan nama sendiri untuk pasar Indonesia.

 

“Dan kedepannya akan dengan nama DOWA, karena brand Dowa baru dalam proses mempatenkan. Jadi kita patenkan di seluruh Eropa dan Inggris, melalui Negara Belanda. Dan sekarang sekitar 80% proses itu sudah berjalan”, tutur Delia Murwihartini, Pemilik Dowa.

 

Meski berkelas Internasional, Dowa tak mematok harga tinggi untuk produk – produknya. Di dalam negeri, koleksi dowa yang berbahan rajut dijual mulai dari harga 300rb hingga 500rb rupiah.

 

Dowa pun semakin melebarkan sayapnya, tak hanya tas rajut, beberapa koleksi tas dowa juga dipercantik dengan sentuhan kulit. Selain itu, aksesoris dan aneka buah tangan juga mulai dijual.

 

Untuk mendapatkan koleksi tas dowa yang dipadukan dengan bahan kulit, harga lebih mahal dipatok oleh dowa. Untuk satu tas kulit biasa dibandrol dengan harga 850rb hingga 1jutaan. Meski harga jual dipasang sedikit lebih mahal, namun peminatnya tak pernah surut.

 Baca Juga : Beraneka Ragam Model Tas Dowa

Tak memiliki tenaga pemasaran yang khusus, bukan menjadi kendala dowa untuk dikenal lebih luas di dalam negeri sendiri.

 

Kuncinya adalah mempertahankan kualitas yang dapat memuaskan pelanggan.

 

Salah satu pelanggan menuturkan, “dowa memiliki struktur bahan yang halus, terbukti dari benang dan rajutannya beda dari yang lainnya itu karena pilihan benangnya sama motifnya. Dan yang bikin saya tertarik ya itu karna motif motifnya”.

 

Menjaga kualitas adalah kunci utama Dowa dapat bertahan hingga 26 tahun. Semua produk harus melalui uji kontrol yang ketat. Bukan hal yang mudah, apalagi hampir seluruh proses pembuatan dilakukan dengan tangan (handmade).

 

Karena dibuat dengan tangan (handmade) itulah antara produk satu dengan yang yang lainnya tidak akan sama persis, tetapi kualitas tetap ditentukan oleh Dowa, misalnya pada ukurannya. Jadi, apabila tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan, pengrajin harus membuat ulang.

 

Delia mengungkapkan, lebih dari 10.000 produk dowa terjual setiap bulannya. Meski begitu, Dowa akan tetap menjadi bagian dari Yogyakarta.

 

“Saya ingin Dowa sebagai ciri khas Jogja. Kecintaan dan dedikasi saya untuk Jogja. Dan saya ingin mempertahankan Dowa ini, walaupun sudah merambah ke dunia, tetapi dowa tetap ada di Jogja, dan berasal dari Jogja, serta karya dari orang Jogja”, ujar beliau.

 

Tampil menawan dan elegan dengan produk dalam negeri tetap bisa jadi pilihan. Ciri khas nusantara mampu membawa Indonesia bersaing dalam kancah Internasional. Dengan begitu, budaya nusantara pun tetap dapat lestari.

 

Jadi, kalian harus berbangga hati karena produk asli Indonesia yaitu tas dowa jogja kini telah dikenal oleh dunia.

 Baca Juga : Perjalanan Melahirkan Merk Sendiri (Tas Dowa)

Related Post

Tas Dowa, Brand Lokal yang Percaya Diri Tas Dowa Produk Asli Indonesia Yang Percaya Diri Ke Kancah Internasional Merk produk lokal tak selamanya ‘jago kandang’. Ini dibuktikan oleh Dowa, ...
Tas Dowa Jogja Original Quality Tas Dowa Jogja Original Quality   Siapa bilang produk indonesia tidak bagus?? Tas Dowa Jogja Original Quality adalah produk yang sudah lebi...
Tas Dowa Original Kini Menjadi Salah Satu Khas Kot... Tas - tas yang saya sajikan mungkin oleh sebagian orang mengira kalau gambar - gambar tas dowa yang saya upload hanya permainan efek kamera. Tetapi ...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *